Menikmati Nuansa Tempo Doeloe di Kampung Wisata Batik Laweyan dan Kauman Solo

Batik mengalami penurunan sejak tahun 1970-an hingga pertengahan 2000-an. Titik terendah terjadi pada akhir 2004. Akhirnya masyarakat Laweyan di bawah Forum bersatu padu mengadakan gerakan penyelamatan batik. Setelah batik diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia, industri batik pun mengalami kebangkitan. 

Kampung Batik Laweyan Solo

Laweyan berasal dari kata "lawe" yang berarti benang. Pada masa kerajaan Pajang, kawasan Laweyan merupakan pusat perdagangan benang untuk pembuatan tenun. Pada awal 20 tren industri batik mengalami pertumbuhan psesat dan banyak saudagar-saudagar kaya lahir di kampung ini salah satunya K.H. Samanhudi.

Pada zaman kolonial Belanda, K.H. Samanhudi memelopori gerakan perjuangan menghadapi Belanda dengan membentuk sarekat Dagang Indonesia untuk melindungi para pedagang pribumi.

Pada tahun 2005, Forum Pengembangan Kampung Batik Laweyan, kampung Laweyan dijadikan sebagai kawasan wisata terpadu. Pada tahun 2006 Pemerintah Kota Solo menata kembali Kampung Batik Laweyan industri batik bangkit kembali. 

Penataan oleh Pemkot menguatkan Kampung Laweyan sebagai pusat industri batik yang sudah ada sejak zaman Belanda. Gairah industri batik kembali tinggi.  Selain menjual aneka produk batik, kampung batik Laweyan juga menawarkan fasilitas belajar membatik bagi para pengunjung. Ada juga hiburan yang bisa dinikmati seperti pertunjukan pantomim membatik di salah satu butik.

Sekarang, Laweyan menawarkan kenangan kehidupan masa tempo dulu dengan banyaknya bangunan kuno yang masih berdiri di sana. Sebagai kawasan wisata, Kampung Batik Laweyan memanjakan para pengunjung dengan berbagai fasilitas seperti penginapan dan pusat oleh-oleh. Akses ke kampung ini juga sangat terbantu dengan kemudahan moda transportasi untuk menuju ke sana.

Kampung Batik Kauman Solo

Pada awal tahun 2000-an, kampung Kauman merupakan daerah yang kumuh dengan rumah-rumah yang tidak beraturan. Namun kini, kampung Kauman menjadi salah satu tujuan wisata batik di Kota Solo. 

Kampung Batik Kauman memiliki latar belakang sejarah sebagai kawasan transit distribusi batik karena letaknya yang dekat dengan Pasar Klewer Solo. Di kampung ini, arsitektur bangunan tetap dibiarkan asli bahkan ada beberapa rumah yang dijadikan penginapan. Kini kampung Kauman telah menjadi kampung wisata batik. Kampung Kauman juga menggelar berbagai kegiatan seni yang bisa menjadi daya tarik wisata.

Ketika sampai di area kampung batik Laweyan, anda akan menapaki jalanan sempit yang hanya bisa dilewati kendaraan beroda dua. Suasana kampung batik semakin kuat di mana masing-masing rumah mempunyai butik batik sendiri.

Berbagai jenis dan variasi batik dapat anda temukan dari batik klasik hingga modern yang dibuat dengan cara ditulis maupun dicap. Tidak hanya pakaian batik, anda juga dapat membeli aneka aksesoris bernuansa batik seperti sandal, dompet, gantungan kunci sampai tas batik.

Berlibur ke Solo belum afdhol rasanya kalau tidak mengunjungi dua kampung wisata batik Laweyan dan Kauman. Dua tempat ini wajib anda kunjungi untuk menikmati nuansa Solo tempo doeloe sekaligus berbelanja aneka produk batik sebagai oleh-oleh.

(dari berbagai sumber)

Bukan seorang ahli, apalagi sarjana Bahasa Jawa, Andi menuliskan segala pengetahuan mengenai bahasa ibunya yang pernah didapat melalui sekolah dulu dan buku-buku. Andi juga tidak jarang menulis tema lain seperti teknologi dan kesehatan. Kunjungi Jawalogger.com.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Silakan berkomentar dengan sopan. Setiap komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Jadi, bagi Anda yang memasukkan komentar, "tidak boleh" memasukkan link di dalam komentar.

Jika itu terjadi, maka saya tidak akan menyetujui komentar Anda.