23/02/17

Latihan Menulis Aksara Jawa (Bag.5) - Menggunakan Aksara Pasangan Wutuh

Sugeng rawuh para sedulur,

Pada bagian-bagian sebelumnya, Jawalogger sudah membahas tuntas tentang penggunaan sandhangan dalam penulisan aksara Jawa . Sekarang, kita akan memulai pembahasan mengenai penggunaan aksara pasangan yang akan terbagi dalam beberapa bagian. Kita akan mulai dengan aksara pasangan wutuh.

Aksara pasangan wutuh berarti aksara pasangan yang bentuk penulisannya sama dengan aksara nglegena / aksara asalnya. Ada empat macam aksara pasangan wutuh yaitu "Ra", "Ya", "Ga", dan "Nga".

Berikut ini contoh kata-kata yang menggunakan aksara pasangan wutuh yang bisa Anda tiru dengan menuliskannya di atas kertas.

1. Becik Rahayu

Pada kata Becik Rahayu, aksara pasangan "Ra" ditempatkan di bawah aksara "Ka" karena aksara "Ka" merupakan konsonan mati.

2. Mangan Rujak

Di sini, aksara pasangan "Ra" yang diberi sandhangan suku ditempatkan di bawah aksara "Na".

3. Mas Yoga

Kata Mas Yoga, aksara pasangan "Ya" untuk bisa dibunyikan suara "o" maka diberikan sandgangan taling tarung yang ditempatkan di sisi kanan & kiri aksara "Sa".

4. Golek Yuyu

Pada kata Golek Yuyu, aksara pasangan "Ya" yang diberi sandhangan suku ditempatkan di bawah aksara "Ka".

5. Mangan Gudheg

Mangan Gudheg, aksara pasangan "Ga" yang diberi sandhangan suku berada di bawah aksara "Na".

6. Dalan Gedhe

Pada kata Dalan Gedhe, aksara pasangan "Ga" mendapatkan sandhangan pepet yang diletakkan di atas aksara "Na".

7. Madhep Ngetan

Di sini, aksara pasangan "Nga" mendapatkan sandhangan taling yang ditempatkan sebelum aksara "Pa", sedangkan pasangan "Nga" sendiri di bawah aksara "Pa".

8. Mangkat Ngojek

Terakhir, aksara "Nga" pada kata Mangkat Ngojek mendapatkan sandhangan taling tarung sebelum & sesudah aksara "Ta", sedangkan aksara "Nga" sendiri berada di bawah aksara "Ta".

Demikian seri kelima latihan menulis aksara Jawa pada bagian penggunaan aksara pasangan wutuh. Coba sekarang Anda praktikkan di atas kertas. Menyenangkan bukan?

Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas tentang aksara pasangan tugelan. Jika Anda ingin tetap terhubung dengan blog Jawalogger, silakan berlangganan melalui email yang sudah tertera di bagian samping blog.

Semoga bermanfaat :)

09/02/17

Latihan Menulis Aksara Jawa (Bag.4) - Menggunakan Sandhangan Wyanjana

Sugeng rawuh para sedulur,

Jawalogger masih melanjutkan seri latihan menulis aksara Jawa yang kini sudah ada di bagian keempat. Jika pada seri sebelumnya kita sudah membahas cara menggunakan sandhangan panyigeg wanda, sekarang kita akan belajar mengenal dan memakai sandhangan wyanjana dalam penulisan aksara Jawa.

Namun, sebelum memulai, bagi Anda yang baru menyimak blog kami...Anda dapat membaca seri-seri latihan menulis aksara Jawa sebelumnya :


Sama seperti sandhangan panyigeg wanda, sandhangan wyanjana juga terdiri dari tiga macam yaitu :

1. -ra yang disebut cakra
2. -re yang disebut keret
3. -ya yang disebut pengkal

Untuk lebih jelasnya mari kita lihat contoh penggunaan dan cara penulisannya menggunakan aksara Jawa di bawah ini.

1. Prajurit Majapahit
Pada frasa Prajurit Majapahit di atas, penggunaan sandhangan cakra  (-ra) pada aksara Pa - Prajurit. Selebihnya aksara lainnya menggunakan sandhangan swara suku untuk aksara "Ja", sandhangan swara wulu untuk aksara "Ra" dan "Ta". Di sini kita juga menggunakan aksara pasangan "Ma" dan pangkon untuk "mematikan" bunyi "Ta" pada kata Majapahit.

2. Kreta Dawa
Kreta Dawa terdiri dari aksara "Ka" yang diberi sandhangan cakra (-ra) serta sandhangan taling untuk bunyi "e". Sedangkan aksara lainnya tanpa sandhangan maupun  pasangan.

3. Krêtêg Lawas
Kreteg Lawas terdiri dari aksara "Ka" dengan sandhangan keret, aksara "Ta" dengan sandhangan swara pepet. Sdangkan untuk pasangan ada pasangan "La" dan pangkon untuk mematikan bunyi konsonan aksara "Sa".

4. Wrêdhatama
Pada kata Wredhatama hanya ada penambahan sandhangan keret pada aksara "Wa".

5. Tyas Basuki
Tyas Basuki terdiri dari aksara "Ta" dengan sandhangan pengkal (-ya), aksara pasangan "Ba", sandhangan swara suku pada aksara "Sa" dan sandhangan swara wulu pada aksara "Ka".

6. Dumadya Angratoni
Dumadya Angratoni terdiri dari aksara "Da" dengan sandhangan swara suku (u), sandhangan pengkal (-ya) pada aksara "Da", sandhangan cecak (-ng) pada aksara "Ha", aksara "Nga" dengan sandhangan cakra (-ra), sandhangan taling tarung (o) pada aksara "Ta", terakhir pasangan "Na" dan sandhangan swara wulu pada aksara "Na".

Sekarang coba Anda praktikkan sendiri menulis aksara Jawa di atas menggunakan alat tulis.

Semoga bermanfaat :)

Matur nuwun.

07/02/17

Latihan Menulis Aksara Jawa (Bag.3) - Menggunakan Sandhangan Panyigeg Wanda

Sugeng rawuh para sedulur,

Pada latihan menulis aksara Jawa bagian kedua bulan kemarin, Jawalogger sudah membagikan sandhangan swara yaitu harakat yang dipakai dalam penulisan aksara Jawa untuk bunyi vokal. Jika Anda belum membacanya, silakan kunjungi saja di sini.

Selanjutnya, saya akan memberikan contoh-contoh penggunaan sandhangan panyigeg wanda yang terdiri dari tiga macam. Sandhangan panyigeg wanda ini hanya untuk kata-kata yang suku katanya berakhiran -r, -h, dan -ng.

Langsung mulai saja ya.

O ya...jangan lupa siapkan alat tulis beserta buku atau kertas untuk praktik.

1. Bayar murah

Pada frasa "Bayar Murah", kata "bayar" terdiri dari aksara "Ba" dan "Ya" yang ditambah dengan sandhangan layar di atas aksara "Ya".

Sedangkan "Murah" terdiri dari aksara "Ma" yang diberi sandhangan suku dan aksara "Ra" yang ditambah sandhangan wignyan.

2. Kurang akeh

Kata "Kurang" terdiri dari aksara "Ka" menggunakan sandhangan suku dan "Ra" ditambah sandhangan cecak.

Sedangkan kata "Akeh" terdiri dari aksara "Ha" dan aksara "Ka" yang menggunakan sandhangan taling dan wignyan.

3. Menyang pasar

Kata "Menyang" terdiri dari aksara "Ma" yang menggunakan sandhangan pepet dan aksara "Nya" dengan sandhangan cecak.

Kata "Pasar" terdiri dari aksara "Pa" dan aksara "Sa" dengan sandhangan layar.

Sekarang, Anda sudah bisa menulis aksara Jawa menggunakan sandhangan swara dan panyigeg wanda. Pada postingan selanjutnya, saya akan membahas tentang sandhangan wyanjana.

Semoga bermanfaat :)

Matur nuwun.

26/01/17

Latihan Menulis Aksara Jawa (Bag.2) - Menggunakan Sandhangan Swara

Sugêng rawuh para sêdulûr,

Piye kabare?

Sebelumnya, saya sudah membagikan latihan menulis aksara Jawa namun pada bagian pertama kemarin tidak menggunakan sandhangan ataupun pasangan. Pada postingan kali ini, saya ingin membagikan contoh-contoh tulisan aksara Jawa dengan sandhangan swara (vokal).

Jawalogger sudah membahas tentang aksara sandhangan, jika belum pernah membacanya silakan Anda klik di sini. Kali ini Jawalogger akan memberikan 10 contoh kata-kata yang disertai dengan aksara Jawa yang bisa Anda tiru dan menulisnya di atas kertas.

1. Gulu dawa

2. Tuku roti

3. Gawe nesu

4. Aja gela

5. Ana coro

6. Pipi kiwa

7. Surani lara

8. Budi teka

9. Muda mudi

10. Edi peni
Itulah contoh-contoh kata yang ditulis dengan aksara Jawa menggunakan sandhangan swara yang bisa Anda coba. Pada postingan selanjutnya, Jawalogger akan membagikan tulisan aksara Jawa beserta sandhangan panyigeg.

Semoga bermanfaat :)

23/01/17

Latihan Menulis Aksara Jawa (Bag.1) - Penulisan Dasar Tanpa Sandhangan & Pasangan

Sugêng rawuh para sêdulûr,

Piye kabare?

Sudah seminggu lebih saya tidak update postingan di Jawalogger. Kali ini, saya akan membagikan contoh latihan menulis aksara Jawa. Di bagian pertama, saya hanya akan membagikan contoh kata-kata tanpa sandhangan maupun pasangan.

Tapi, terlebih dahulu Anda sebaiknya mengetahui nama-nama aksara Jawa sehingga nanti dapat merangkainya menjadi sebuah kata. Silakan lihat gambar di bawah ini.

contoh latihan menulis kata-kata aksara jawa

Oke, mari kita mulai saja...

Perhatian!
Berhubung saya berusaha menulis aksara Jawa latin yang baku maka untuk huruf vokal "a" dibaca "o" seperti pada kata "all" dan "ball".

Sekarang sudah paham ya?

Lanjutkan membaca....lima contoh penulisan kata dalam aksara Jawa berikut ini :

1. Jaka lara
Pada kata Jaka Lara, terdiri dari aksara "Ja", "Ka", "La" dan "Ra".

2. Jayabaya
Kata Jayabaya terdiri dari aksara "Ja", "Ya", "Ba" dan "Ya".

3. Rajakaya
Kata Rajakaya terdiri dari aksara "Ra", "Ja", "Ka" dan "Ya".

4. Kaya ngapa
Kata Kaya ngapa terdiri dari aksara "Ka", "Ya", "Nga" dan "Pa".

5. Basa Jawa
Kata Basa Jawa terdiri dari aksara "Ba", "Sa", "Ja" dan "Wa".

Pada postingan selanjutnya, saya akan membahas tentang menulis aksara Jawa menggunakan sandhangan. Jika Anda ingin terus berlatih menulis aksara Jawa maka silakan berlangganan dengan mengisi form yang ada di bagian samping blog ini.

Semoga bermanfaat :)

14/01/17

Peribahasa Jawa (Bag.1) : Adigang, Adigung, Adiguna

Sugêng rawuh para sêdulûr,

Piye kabare?

Mugi Gusti tansah paring kaslamêtan lan kasihatan marang Sampeyan kabeh.

Ini adalah seri pertama Peribahasa Jawa atau Paribasan.

Anda pastinya sudah sering mendengar paribasan "Adigang, Adigung, Adiguna" dan mungkin bertanya-tanya apa artinya. Mari kita bedah artinya bersama-sama.

peribahasa jawa adigang, adigung, adiguna dan artinya

Paribasan "Adigang, Adigung, Adiguna" dipakai untuk menggambarkan orang yang bersifat mengandalkan / menyombongkan kekuatan, kekuasaan dan kepandaiannya. Tiga sifat tersebut masing-masing dilambangkan dengan tiga jenis hewan yaitu :

- Kidang (Kijang) merupakan hewan yang mampu mengandalkan kelebihan dalam hal kekuatan tubuhnya untuk berlari dengan kencang, gesit serta lincah sehingga dipakai sebagai perumpamaan untuk orang yang senang mengandalkan kekuatannya (Adigang).

- Gajah merupakan hewan mamalia terbesar di daratan, tak tertandingi besar dan tinggi tubuhnya serta sulit untuk mengalahkannya. Inilah yang menjadikan gajah sebagai perumpamaan orang yang suka menyombongkan / meninggikan pangkat, derajat, keluhuran dan keturunannya (Adigung).

- Ula (Ular) sangat terkenal mampu menggigit dan mengeluarkan bisa yang membahayakan nan mematikan walaupun tubuhnya kelihatan tak berdaya atau lemah. Dengan kemampuannya tersebut ular dipakai sebagai perumpamaan orang yang suka menyombongkan kepandaian dan akalnya (Adiguna).

Ketiga sifat tersebut "Adigang, Adigung, Adiguna" merupakan satu kesatuan dalam sifat manusia. Jika dihilangkan salah satunya, maka ketiganya akan mati / sirna.

"Aja Adigang, Adigung, Adiguna" berarti jangan mengandalkan atau menyombongkan semua kelebihanmu sendiri. Ketika salah satu dari sifat di atas lepas dari manusia, maka ketiganya akan mati dan manusia tidak akan lagi dikuasai ketiga sifat tersebut.

Paribasan "Adigang, Adigung, Adiguna" dikenal melalui salah satu pada (bait) tembang Macapat Gambuh ciptaan Sunan Pakubuwana IV dalam Serat Wulangrèh.

GAMBUH
wonten pocapanipun,
adiguna adigang adigung,
pan adigang kidang adigung pan èsthi,
adiguna ula iku
telu pisan mati sampyuh.

Video Tembang Gambuh Wulangreh Pupuh 3 di bawah ini merupakan penjabaran / deskripsi dari Pupuh Gambuh di atas.


Semoga bermanfaat,

Maturnuwun :)

10/01/17

Contoh Paragraf Aksara Jawa dan Artinya (Bag.3)

Sugêng rawuh para sêdulûr,

Piye kabare?

Mugi Gusti tansah paring kêslamêtan lan kasihatan marang Sampeyan kabeh.

Pada postingan kali ini saya akan membagikan tulisan dua paragraf berbahasa dan beraksara Jawa. Seperti biasa, saya mengambil contoh paragrafnya dari rubrik Jagad Jawa Solopos yang kali ini berjudul "Aja Kuwatir Dadi Tuwa" (Jangan Khawatir Menjadi Tua).

Paragraf bahasa Jawa beserta terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia:

Urip bakal dadi tuwa kuwi minangka kodrat. Ora prelu kuwatir. Mula becike padha sukur yen mangsa tuwa tumeka, apa maneh yen sing kakung uga isih seger meger-meger lan tetep prakosa.
(Hidup akan menjadi tua itu sudah menjadi kodrat. Tidak perlu khawatir. Alangkah baiknya bersyukur jika masa tua tiba, apa lagi jika yang lelaki juga masih segar bugar dan tetap perkasa.)

Dene yen kulit saya kriput, kudune ora usah gawe gela utawa padha tumindhak sing ora nalar, kaya golek susuk utawa suntik silicon lan operasi plastik. Luwih becik nampa kahanan kanthi tentreming ati murih ora kelara-lara.
(Meskipun kulit semakin berkeriput, seharusnya tidak usah kecewa atau bertindak yang tidak masuk akal, seperti mencari "susuk" atau suntik silikon dan operasi plastik. Lebih baik menerima keadaan dengan hati yang tenteram agar tidak menderita.)

Tulisan dalam aksara Jawanya seperti di bawah ini :

Mungkin tulisan di atas kurang sempurna atau kurang tepat, Anda bisa membantu melalui kolom komentar.

Semoga bermanfaat,

Maturnuwun :)