Panjebar Semangat Website Berbahasa Jawa - Direkomendasikan

Halo para pembaca, jika Anda pernah membaca tulisan Jawalogger sebelum, kadang memasukkan contoh dari Panjebar Semangat. Perlu diketahui bahwa Panjebar Semangat merupakan salah satu majalah mingguan berbahasa Jawa tertua di Indonesia yang terbit sejak 2 September 1933 di Surabaya. Pendirinya adalah Dr.Soetomo seorang tokoh pendiri Budi Utomo.
panjebar semangat website situs berbahasa jawa

Sampai hari ini, majalah ini masih tetap eksis. Buktinya, Panjebar Semangat pun mengikuti perkembangan zaman dengan memiliki sebuah website www.panjebarsemangat.co.id. Seperti judul yang Anda baca di atas, situs ini seluruh kontennya berbahasa Jawa. Panjebar Semangat membahas berbagai topik dari berita hingga agama.

Jadi, bagi Anda yang ingin belajar bahasa Jawa, Jawalogger merekomendasikan situs Panjebar Semangat. Anda dapat mengetahui bagaimana Jawa dalam bahasa tulis bukan bahasa lisan. Makanya, saya juga sering mengambil kutipan paragraf bahasa Jawa untuk dijadikan contoh dalam penerjemahan dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia.

Melalui situs Panjebar Semangat, Anda dapat menambah banyak kosakata Jawa. Bukan hanya bahasa Jawa Mataraman, tapi juga ada Banyumasan dan Surabayan. Saya pun juga masih banyak belajar. Salah satu referensinya ya...Panjebar Semangat ini. Khususnya kalau lagi "buntu", saya cari topik atau paragraf untuk diterjemahkan.

Anda dapat menemukan berbagai contoh sastra dari cerita cekak (cerita pendek), cerita sambung (cerita bersambung) dan cerita rakyat. Bagi Anda yang mencari contoh-contoh tembang Macapat, jangan khawatir, website berbahasa Jawa Panjebar Semangat juga menyediakan aneka tembang Macapat yang bisa Anda gunakan.

Terakhir, Anda juga dapat berlangganan majalah Panjebar Semangat versi cetak dua minggu sekali.
Tembung Tandang Dalam Bahasa Jawa - Pengertian dan Contoh-Contohnya

Tembung Tandang Dalam Bahasa Jawa - Pengertian dan Contoh-Contohnya

Pada beberapa postingan tentang jenis-jenis tembung sebelumnya, Jawalogger sudah membahas tentang tembung tanduk dan tembung tanggap. Kali ini akan membagikan penjelasan tentang tembung tandang beserta contoh-contohnya.

Tembung tandang merupakan salah satu jenis kata / tembung lingga yang memperoleh awalan (ater-ater) dak- dan akhiran (panambang) -é, -ané, dan -né.

Wujudnya :
dak-é disebut rimbag tandang kriya wantah.
dak-ané disebut rimbag tandang i- kriya.
dak-né disebut rimbag tandang ke- kriya.

NB:
Penulisan ater-ater dak- pada tembung tandang harus dipisah dari kata dasar.

Contoh /  Tuladha :
PR ku dak garapé mengko bengi baé.
Dhik, blanjanané dak gawanané kabèh.
Mas, motormu dak gawané.

Tabel contoh-contoh tembung tandang
No
Tembung lingga
Rimbag tandang dak
kriya wantah
Rimbag tandang dak
i- kriya
Rimbag tandang dak
ke- kriya
1.
Tulis
Dak tulisé
Dak tulisané
Dak tulisné
2.
Gambar
Dak gambaré
Dak gambarané
Dak gambarné
3.
Siram
Dak siramé
Dak siramané
Dak siramné
4.
Pacul
Dak paculé
Dak paculané
Dak paculné
5.
Tulung
Dak tulungé
Dak tulungané
Dak tulungné
6.
Tandur
Dak tanduré
Dak tandurané
Dak tandurné
7.
Gebug
Dak gebugé
Dak gebugané
Dak gebugné
8.
Dugang
Dak dugangé
Dak dugangané
Dak dugangné
Demikianlah pembahasan mengenai tembung tandang kali ini. Pada postingan selanjutnya, InsyaAllah saya akan membahas tembung sananta.

Contoh Cara Menulis Paragraf Aksara Jawa

Menulis paragraf dengan aksara Jawa memang membutuhkan latihan terus menerus agar bisa mahir. Bukan hanya memahami aksara-aksara dasar saja, tapi juga mesti mengetahui pasangan dan sandhangan yang dipakai.

Terlebih lagi, untuk membuat sebuah kalimat saja agak memerlukan waktu. Apalagi jika harus membuat sebuah paragraf bahasa Jawa yang mungkin jarang sekali kita gunakan.

Lagi-lagi, semua perlu latihan. Anda dan saya memegang tanggung jawab besar untuk tetap mempelajari penulisan paragraf aksara Jawa dengan baik dan benar. Tujuannya, agar kita bisa memperkenalkan dan mengajari anak cucu kita tentang budaya Jawa khususnya aksara Jawa.

Pada postingan kali ini, Jawalogger membagikan sebuah contoh paragraf yang ditulis menggunakan aksara Jawa. Di sini saya masih belajar, jadi mungkin masih ada beberapa bagian yang "mungkin" belum tepat cara penulisannya.

Paragraf bahasa Jawa

Kang diarani lingkungan yaiku samubarang kang awujud barang, kekuwatan, kahanan, lan sakabèhing titah kang bisa mahanani lestarining panguripan ing donya.

Terjemahan

Yang dinamakan lingkungan yaitu semua yang berwujud benda/barang, kekuatan, keadaan, dan semua makhluk yang dapat melestarikan kehidupan di bumi.

Cara menulis paragraf aksara Jawa
contoh cara menulis paragraf aksara jawa

Anda sekarang bisa berlatih menulis paragraf menggunakan aksara Jawa di atas kertas berdasarkan contoh di atas. Jika anda memiliki saran, kritik atau perbaikan mengenai penulisan di atas, silakan tulis melalui kolom komentar di bawah.

Maturnuwun :)
Contoh Cara Menanyakan Asal Dalam Bahasa Jawa

Contoh Cara Menanyakan Asal Dalam Bahasa Jawa

Ketika seseorang baru saja berkenalan, salah satu pertanyaan yang diajukan biasanya tentang dari mana asal lawan bicaranya. Jika anda memiliki kawan atau rekan kerja baru dari Jawa, anda bisa iseng bertanya mengenai asalnya dengan menggunakan bahasa Jawa.

Kowé asalé saka ngendi? / Sampéyan asalipun saking pundi? / Jenengan asalipun saking pundi?
Kamu berasal dari mana? / Anda berasal dari mana?

Kowé saka ngendi? / Sampéyan saking pundi? / Jenengan saking pundi?
Kamu dari mana? / Anda dari mana?

Aku saka Solo / Kula saking Solo
Saya dari Solo.

Apa kowé wong Jakarta? / Punapa sampéyan tiyang Jakarta? / Punapa jenengan tiyang Jakarta?
Apakah kamu orang Jakarta?

Aku saka Solo nanging saiki urip nang Jakarta.
Saya dari Solo tapi sekarang tinggal di Jakarta.

Aku wong Solo
Saya orang Solo

Dhèwèké kaé ki wong ngendi ta?
Dia itu orang mana sih?

Dhèwèké wong Jogja
Dia orang Jogja

Aku kangen Solo
Saya rindu Solo

Demikianlah sekelumit contoh kalimat untuk menanyakan asal menggunakan bahasa Jawa. Mungkin masih ada kalimat-kalimat lain yang belum ditulis di postingan ini. Jika anda memiliki contoh kalimat lainnya dan dapat menuliskannya dalam kolom komentar di bawah ini.

Maturnuwun :)
Ini Dia Contoh Cara Memperkenalkan Diri Dalam Bahasa Jawa

Ini Dia Contoh Cara Memperkenalkan Diri Dalam Bahasa Jawa

Halo para pembaca semua, biasanya pada saat bertemu orang lain yang belum kenal baik di sekolah, tempat kerja maupun tempat-tempat lainnya kita pasti akan berinteraksi dengan mereka. Dan yang pertama kali dilakukan adalah memperkenalkan diri terlebih dahulu.

Pada tulisan kali ini, Jawalogger membagikan contoh tentang bagaimana cara memperkenalkan diri dalam bahasa Jawa baik dengan bahasa Ngoko maupun Krama. Sebagai contoh, seorang mahasiswa bernama Marjono berkenalan dengan kawan-kawan barunya.

Assalamu'alaikum, kula badhé nepangaken kula piyambak. / Assalamu'alaikum, tepangaken... / Kenalké....
Assalamu'alaikum, saya akan memperkenalkan diri saya. / Assalamu'alaikum, kenalkan...

Nami kula Marjono. / Jenengku Marjono.
Nama saya Marjono.

Kula lair ing Salatiga, 28 Oktober 1992. / Aku lair nang Semarang 28 Oktober 1992.
Saya lahir di Salatiga28 OKtober 1992.

Umur kula 25 (selawé) taun. / Umurku 25 (selawé) taun.
Usia saya 25 tahun.

Kula saking Salatiga. / Aku saka Salatiga.
Saya dari Salatiga.

Omah kula ing Salatiga. / Omahku nang Salatiga
Rumah saya di Salatiga. / Saya tinggal di Salatiga.

Sakniki kula nembé kuliah wonten ing Fakultas Teknik UGM. / Saiki aku lagi kuliah nang Fakultas Teknik UGM.
Sekarang saya sedang kuliah di Fakultas Teknik UGM.

Kula ngekos ing Sléman. / Aku ngekos nang Sleman.
Saya ngekos di Sleman.

Kula dhemen maca buku kaliyan dolanan bal-balan. / Aku dhemen maca buku lan dolanan bal-balan.
Saya hobi membaca dan bermain sepakbola.

Kula gadhah gegayuhan dados insinyur.
Saya memiliki cita-cita menjadi insinyur.

NB:
Kalimat yang pertama (sebelum garis miring) merupakan perkenalan dengan bahasa Jawa halus. Sedangkan kalimat yang kedua menggunakan bahasa Jawa ngoko.

Demikianlah sedikit contoh perkenalan diri menggunakan bahasa Jawa baik ngoko maupun krama. Jika anda memiliki kalimat lain yang belum ditulis di sini, silakan tuliskan dalam kolom komentar di bawah ini.

Maturnuwun :)
Pengertian Tembung Kriya Pakon dan Contohnya

Pengertian Tembung Kriya Pakon dan Contohnya

Halo para pembaca semuanya, Jawalogger masih melanjutkan seri tembung kriya (kata kerja) dalam bahasa Jawa. Sebelumnya sudah dibahas mengenai tembung kriya tanduk dan tembung kriya tanggap lengkap dengan penjelasan serta contoh-contohnya. Sebagai lanjutannya akan membahas tembung kriya pakon.

Tembung kriya pakon merupakan salah satu jenis tembung kriya yang mendapatkan akhiran -en, -a, -ana dan -na. Dalam bahasa Indonesia, tembung pakon disebut kata kerja perintah.

Contoh :
Kata "Jupuk" (Ambil dalam bahasa Indonesia) menjadi :
Jupuken : ambillah
Njupuka : ambillah
Jupukana : ambillah
Jupukna : ambilkan

Contoh kalimat menggunakan tembung kriya pakon
Tulung pilihana sing apik-apik ya!
Ndang njaluka ngapura marang ibumu!
Yu, tukunen klambiné kaé mumpung lagi promo diskon!
Bedhilen manuk kaé!
Akèh banget barangé, tulung gawakna ya!
Ndhuk, irisen bawangé kaé!
Soré mengko njangana lodèh baé!
Tulisana regané!
Pitikmu kaé pakanana!
Rebuten dolanané adhimu sing dirayah kancané kaé!

Demikianlah pembahasan mengenai tembung kriya pakon kali ini. Jika anda merasa tulisan ini bermanfaat dan ingin membagikannya kepada orang lain, silakan mengklik tombol share yang ada di bawah postingan.

Menikmati Nuansa Tempo Doeloe di Kampung Wisata Batik Laweyan dan Kauman Solo

Batik mengalami penurunan sejak tahun 1970-an hingga pertengahan 2000-an. Titik terendah terjadi pada akhir 2004. Akhirnya masyarakat Laweyan di bawah Forum bersatu padu mengadakan gerakan penyelamatan batik. Setelah batik diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia, industri batik pun mengalami kebangkitan. 

Kampung Batik Laweyan Solo

Laweyan berasal dari kata "lawe" yang berarti benang. Pada masa kerajaan Pajang, kawasan Laweyan merupakan pusat perdagangan benang untuk pembuatan tenun. Pada awal 20 tren industri batik mengalami pertumbuhan psesat dan banyak saudagar-saudagar kaya lahir di kampung ini salah satunya K.H. Samanhudi.

Pada zaman kolonial Belanda, K.H. Samanhudi memelopori gerakan perjuangan menghadapi Belanda dengan membentuk sarekat Dagang Indonesia untuk melindungi para pedagang pribumi.

Pada tahun 2005, Forum Pengembangan Kampung Batik Laweyan, kampung Laweyan dijadikan sebagai kawasan wisata terpadu. Pada tahun 2006 Pemerintah Kota Solo menata kembali Kampung Batik Laweyan industri batik bangkit kembali. 

Penataan oleh Pemkot menguatkan Kampung Laweyan sebagai pusat industri batik yang sudah ada sejak zaman Belanda. Gairah industri batik kembali tinggi.  Selain menjual aneka produk batik, kampung batik Laweyan juga menawarkan fasilitas belajar membatik bagi para pengunjung. Ada juga hiburan yang bisa dinikmati seperti pertunjukan pantomim membatik di salah satu butik.

Sekarang, Laweyan menawarkan kenangan kehidupan masa tempo dulu dengan banyaknya bangunan kuno yang masih berdiri di sana. Sebagai kawasan wisata, Kampung Batik Laweyan memanjakan para pengunjung dengan berbagai fasilitas seperti penginapan dan pusat oleh-oleh. Akses ke kampung ini juga sangat terbantu dengan kemudahan moda transportasi untuk menuju ke sana.

Kampung Batik Kauman Solo

Pada awal tahun 2000-an, kampung Kauman merupakan daerah yang kumuh dengan rumah-rumah yang tidak beraturan. Namun kini, kampung Kauman menjadi salah satu tujuan wisata batik di Kota Solo. 

Kampung Batik Kauman memiliki latar belakang sejarah sebagai kawasan transit distribusi batik karena letaknya yang dekat dengan Pasar Klewer Solo. Di kampung ini, arsitektur bangunan tetap dibiarkan asli bahkan ada beberapa rumah yang dijadikan penginapan. Kini kampung Kauman telah menjadi kampung wisata batik. Kampung Kauman juga menggelar berbagai kegiatan seni yang bisa menjadi daya tarik wisata.

Ketika sampai di area kampung batik Laweyan, anda akan menapaki jalanan sempit yang hanya bisa dilewati kendaraan beroda dua. Suasana kampung batik semakin kuat di mana masing-masing rumah mempunyai butik batik sendiri.

Berbagai jenis dan variasi batik dapat anda temukan dari batik klasik hingga modern yang dibuat dengan cara ditulis maupun dicap. Tidak hanya pakaian batik, anda juga dapat membeli aneka aksesoris bernuansa batik seperti sandal, dompet, gantungan kunci sampai tas batik.

Berlibur ke Solo belum afdhol rasanya kalau tidak mengunjungi dua kampung wisata batik Laweyan dan Kauman. Dua tempat ini wajib anda kunjungi untuk menikmati nuansa Solo tempo doeloe sekaligus berbelanja aneka produk batik sebagai oleh-oleh.

(dari berbagai sumber)