Perjuangan Seorang Anak Menggendong Ibunya Berobat Sejauh 5 Km

Kita tidak dapat membalas jasa-jasa kedua orang tua terutama seorang ibu. Ibu yang menjadi perantara kita lahir di dunia ini. Dia bertaruh nyawa saat melahirkan anaknya. Begitu kita lahir, ibu merawat, menyusui. Beliau dengan sabar mengurus anaknya dari bayi hingga dewasa. Beliau selalu berdoa dan berharap anak-anaknya jadi orang sukses. Ibu dan ayah berjuang dengan bekerja membanting tulang agar anak-anaknya bisa makan dan sekolah. Apakah kita bisa membalasnya?

Gambar dari Yunnan.cn
Tidak Lurr!

Tetap saja kita tidak bisa membalas jasa-jasa seorang ibu. Namun demikian, kita harus tetap berbakti kepada orang tua, salah satunya merawat beliau saat sakit.

Pada tulisan ini Jawalogger akan membagikan sebuah kisah inspirasi anak berbakti kepada ibunya yang berasal dari Provinsi Yunnan, Tiongkok

Seorang petani bernama Wang Kewu membuat jutaan manusia terharu karena kisahnya. Dia rela menggendong ibunya berobat ke klinik walaupun jaraknya sangat jauh, 5 km. Ibunya yang berusia 89 tahun dia gendong seperti halnya menggendong seorang bayi. Ibunya mengalami sakit hipertensi dan radang lambung kronis sehingga Wang harus memeriksakan ibunya sebulan sekali.

"Dia merawatku saat aku kecil, sekarang tugasku untuk merawat dia," kata pria 54 tahun ini dalam sebuah wawancara, dikutip dari Dailymail.

Betapa mulia petani yang tinggal di Wenzhou, sebuah pedesaan di Provinsi Yunnan.ini, satu sifat yang mulai luntur di zaman modern ini. Mari kita camkan kalimat yang dia ucapkan sekali lagi ya Lurr!

"Dia merawat saya ketika saya kecil, sekarang tugas saya untuk merawat beliau."

Sebelum 2010, selalu ada dokter yang mengunjungi desanya secara rutin. Tapi karena dua klinik dijadikan satu dan kekurangan tenaga medis, dalam 7 tahun terakhir, tidak ada lagi dokter yang berkunjung.

Wang menambahkan bahwa dia pernah membawa ibunya naik motor. Namun setiap kali, ibunya terjatuh karena tidak cukup kuat untuk berpegangan. Menurutnya, cara yang paling aman adalah dengan menggendongnya.

"Orang tua membesarkan kita saat kita masih muda, kita harus merawat mereka saat mereka sudah tua," kata Wang dengan bijak.

Kisah Wang dan ibunya memberikan pelajaran untuk kita bersama bahwa kita harus selalu berbakti kepada orang tua, lebih khusus ibu. Meskipun dengan cara yang dilakukan Wang pun kita tidak bisa membalas jasa-jasa beliau tapi itu sudah menjadi kewajiban kita. Merawat orang tua di dekat kita menjadi ladang amal buat kita di kehidupan nan abadi kelak.

Semoga menginspirasi.

Maturnuwun :)

(sumber : Dailymail.co.uk)

Komentar

Artikel Lainnya

Contoh Kalimat Aksara Jawa dan Artinya (Bag.1)

Contoh Teks Deskripsi Bahasa Jawa Tentang Candi Borobudur

Sandhangan Panyigeg Wanda dalam Tulisan Aksara Jawa