Postingan

Menampilkan postingan dengan label Aksara Sandhangan

Latihan Menulis Aksara Jawa (Bag.4) - Menggunakan Sandhangan Wyanjana

Gambar
Sugeng rawuh para sedulur,
Jawalogger masih melanjutkan seri latihan menulis aksara Jawa yang kini sudah ada di bagian keempat. Jika pada seri sebelumnya kita sudah membahas cara menggunakan sandhangan panyigeg wanda, sekarang kita akan belajar mengenal dan memakai sandhangan wyanjana dalam penulisan aksara Jawa.
Namun, sebelum memulai, bagi Anda yang baru menyimak blog kami...Anda dapat membaca seri-seri latihan menulis aksara Jawa sebelumnya :
Bagian 1 - Pengenalan aksara Jawa dan menulis tanpa sandhangan & pasangan Bagian 2 - Penggunaan sandhangan swara (harakat bunyi vokal) Bagian 3 - Penggunaan sandhangan panyigeg wanda
Sama seperti sandhangan panyigeg wanda, sandhangan wyanjana juga terdiri dari tiga macam yaitu :
1. -ra yang disebut cakra 2. -re yang disebut keret 3. -ya yang disebut pengkal
Untuk lebih jelasnya mari kita lihat contoh penggunaan dan cara penulisannya menggunakan aksara Jawa di bawah ini.
1. Prajurit Majapahit Pada frasa Prajurit Majapahit di atas, penggunaan s…

Latihan Menulis Aksara Jawa (Bag.3) - Menggunakan Sandhangan Panyigeg Wanda

Gambar
Sugeng rawuh para sedulur,
Pada latihan menulis aksara Jawa bagian kedua bulan kemarin, Jawalogger sudah membagikan sandhangan swara yaitu harakat yang dipakai dalam penulisan aksara Jawa untuk bunyi vokal. Jika Anda belum membacanya, silakan kunjungi saja di sini.
Selanjutnya, saya akan memberikan contoh-contoh penggunaan sandhangan panyigeg wanda yang terdiri dari tiga macam. Sandhangan panyigeg wanda ini hanya untuk kata-kata yang suku katanya berakhiran -r, -h, dan -ng.
Langsung mulai saja ya.
O ya...jangan lupa siapkan alat tulis beserta buku atau kertas untuk praktik.
1. Bayar murah
Pada frasa "Bayar Murah", kata "bayar" terdiri dari aksara "Ba" dan "Ya" yang ditambah dengan sandhangan layar di atas aksara "Ya".
Sedangkan "Murah" terdiri dari aksara "Ma" yang diberi sandhangan suku dan aksara "Ra" yang ditambah sandhangan wignyan.
2. Kurang akeh
Kata "Kurang" terdiri dari aksara "Ka&quo…

Latihan Menulis Aksara Jawa (Bag.2) - Menggunakan Sandhangan Swara

Gambar
Sugêng rawuh para sêdulûr,
Piye kabare?
Sebelumnya, saya sudah membagikan latihan menulis aksara Jawa namun pada bagian pertama kemarin tidak menggunakan sandhangan ataupun pasangan. Pada postingan kali ini, saya ingin membagikan contoh-contoh tulisan aksara Jawa dengan sandhangan swara (vokal).
Jawalogger sudah membahas tentang aksara sandhangan, jika belum pernah membacanya silakan Anda klik di sini. Kali ini Jawalogger akan memberikan 10 contoh kata-kata yang disertai dengan aksara Jawa yang bisa Anda tiru dan menulisnya di atas kertas.
1. Gulu dawa
2. Tuku roti
3. Gawe nesu
4. Aja gela
5. Ana coro
6. Pipi kiwa
7. Surani lara
8. Budi teka
9. Muda mudi
10. Edi peni Itulah contoh-contoh kata yang ditulis dengan aksara Jawa menggunakan sandhangan swara yang bisa Anda coba. Pada postingan selanjutnya, Jawalogger akan membagikan tulisan aksara Jawa beserta sandhangan panyigeg.
Semoga bermanfaat :)

Sandhangan Wyanjana Dalam Tulisan Jawa

Gambar
Sugêng rawuh pårå sêdulur,
Piye kabare?
Ini adalah seri terakhir untuk pembahasan Sandhangan dalam penulisan Jawa. Sebelumnya, saya sudah membahas sandhangan swårå dan panyigeg wåndå.
Masih ada satu lagi jenis sandhangan yaitu sandhangan wyanjånå. Åpå kuwi?
Sandhangan wyanjånå merupakan sandhangan yang melekat pada sebuah konsonan dan terdiri dari 3 macam :
1. Sandhangan cåkrå yang berunsur "-ra" seperti pada kata Prajurit, Prau. 2. Sandhangan kêrêt yang berunsur "-rê" seperti pada kata Krêtêg. 3. Sandhangan pengkal yang berunsur "-ya" seperti pada kata Kyai, Byar Byur. Selesai sudah untuk seri sandhangan dalam penulisan memakai aksara Jawa. Mungkin Anda mau menambahkan kalau ada pembahasan yang kurang :).

Baca juga : Latihan Menulis Aksara Jawa Menggunakan Sandhangan Wyanjana

Semoga bermanfaat.

Maturnuwun :).

Sandhangan Panyigeg Wanda dalam Tulisan Aksara Jawa

Gambar
Sugeng rawuh para sedulur,
Dalam penulisan Jawa, dikenal sandhangan panyigêg wanda. Apa itu?
Sandhangan panyigêg wanda (penutup suku kata) merupakan sandhangan yang digunakan sebagai penanda untuk menutup konsonan di akhir suku kata. Ada tiga macam panyigeg wanda :
Baca juga : Sandhangan Wyanjana Dalam Tulisan Jawa
1. Sandhangan layar untuk menandai suku kata berakhiran "-r" seperti pada kata Bayar, Bubar, Layar, Pasar. 2. Sandhangan wignyan untuk menandai suku kata berakhiran "-h" seperti pada kata Wayah, Gajah, Murah. 3. Sandhangan cêcak untuk menandai suku kata berakhiran "-ng" seperti pada kata Layang, Larang, Malang.
Silakan Anda membaca sandhangan swara untuk bunyi vokal pada tulisan beraksara Jawa di sini.

Baca juga : Latihan Menulis Aksara Jawa Menggunakan Sandhangan Panyigeg Wanda

Matur nuwun :)

Mengenal Sandhangan Swara Dalam Tulisan Jawa

Gambar
Seperti yang sudah saya janjikan sebelumnya, pada postingan kali ini akan membahas tentang sandhangan swara dalam tulisan aksara Jawa. Sandhangan swara fungsinya sama dengan harakat dalam penulisan Arab yaitu memberikan bunyi vokal.
Dalam penulisan Jawa, sandhangan vokal ada beberapa macam antara lain : 1. Suara "i" dilambangkan dengan sandhangan "wulu" berupa bulatan kecil di atas aksara nglegena. Untuk pengucapannya sendiri ada dua macam :
a. Diucapkan sebagai "i" seperti pada kata "ini". Contoh : iki==> ini siji==> satu
b. Diucapkan sebagai "e" seperti pada kata "elok". Perhatikan huruf " Contoh : pitik (baca: pitek)==> ayam kirik (baca: kirek)==> anak anjing 2. Suara "o" dilambangkan dengan sandhangan "taling tarung". Untuk pengucapannya juga ada dua macam :
a. Diucapkan dengan suara "o" seperti pada kata "koran", "sore". Contoh : obah==> bergerak bocah==> a…