Yuk Mari Mengenal Apa Itu Cangkriman Beserta Contohnya

Dalam sastra Bahasa Jawa dikenal bentuk cangkriman yaitu kata-kata atau kalimat peribahasa yang harus dicari tahun maksudnya (ditebak) sebab kalimat tersebut memiliki arti tidak sebenarnya dan secara tersirat. Sederhananya, cangkriman itu seperti halnya kalimat yang berupa teka-teki di mana kita perlu menebak apa maksudnya.

Sebagai contoh, cangkriman "Sega sakepel dirubung tinggi" (yang dalam Bahasa Indonesia berarti "Nasi sekepal dikerubungi kutu") tebakannya adalah "Buah Salak". Kok bisa begitu? Nasi satu kepal mirip dengan bentuk dan ukuran satu buah salak, sedangkan dikerubungi kutu menggambarkan kulit salak yang kalau dilihat dengan seksama mirip deretan kutu yang berjajar-jajar.
arti sega sakepel dirubung tinggi salak

Cangkriman dibagi menjadi empat macam yaitu :
  1. Cangkriman wancahan
  2. Cangkriman pepinhan
  3. Cangkriman tembang
  4. Cangkriman blenderan

Sekarang mari kita bahas satu per satu dari empat jenis cangkriman di atas.

Cangkriman wancahan (singkatan)

Cangkriman wancahan biasanya berupa singkatan lebih dari dua kata. Dari setiap kata diambil satu suku kata baik suku kata paling depan atau belakang. Contoh :
  • Pakboletus : tepak kebo lelene satus
  • Paklawa : tepak ula dawa
  • Burnaskopen : bubur panas kokopen
  • Jipaturi : kaji mlumpat kethune keri
  • Pindhang kileng : sapi narig kandhang, kaki meritheleng
dan lain-lain

Cangkriman pepindhan / irib-iriban (perumpamaan benda)

Cangkriman pepindhan merupakan salah satu jenis cangkriman yang berupa kalimat perumpamaan yang digambarkan dengan makhluk hidup maupun mati dan harus diterka apa maksudnya. Contoh :
  • Sega sakepel dirubung tinggi : buah salak
  • Yen anake siji ibune loro, yen ibune siji anake loro, yen ibune telu ora duwe anak : buah salak
  • Pitik walik saba kebon : nanas
  • Gajah nguntal sangkrah : pawon / dapur
  • Dipijet wudele mripate mendhelik : lampu senter
  • Mendhil turut pang : kopi
  • Anake gelungan ibune ngrembyang : tanaman pakis
dan lain-lain

Cangkriman tembang

Cangkriman jenis ini biasanya berupa tembang atau lagu macapat. Berikut ini contoh cangkriman dalam bentuk tembang Macapat Pucung :

Pucung
Bapak pucung, sasedulur ana pitu,
tan ana kang padha,
mati enem urip siji,
dulur pitu tan nate urip barengan (tebakannya : dina, hari)

Wanci dalu, bapak pucung medalipun,
perlu ngupa boga,
yen siyang ngedhem aguling,
denya naendra sirahnya ndangakken surya (tebakannya : lawa, kelelawar, kalong)

Bapak pucung, putrane bapa lan biyung,
nanging dudu kakang,
dudu mbakyu dudu adhi,
lah batangen bapak pucung iku sapa (tebakannya : aku dhewe, saya sendiri)

dan lain-lain

Cangkriman blenderan (plesetan)

Seperti namanya, cangkriman jenis ini berupa kalimat plesetan, contohnya:
1. Aku mau weruh ana bakul mbako padha diambungi (saya tadi lihat ada penjual tembakau diciumi)
Tebakannya : Sing diambungi mbakone dudu bakule (yang diciumi tembakaunya bukan penjualnya)
2. Nang pasar aku weruh ana bakul krambil dikepruki (di pasar, saya lihat ada penjual kelapa dipukuli)
Tebakannya : Sing dikepruki krambile dudu bakule (yang dipukuli kelapanya bukan yang jual)
3. Jam apa sing doyan sega lan pinter nembang? (Jam apa yang suka makan dan pandai menyanyi?)
Tebakannya : Jamilah, Jamri, Jamingan

dan lain-lain.

Itulah penjelasan mengenai cangkriman berserta jenis-jenis dan contoh-contohnya yang semoga bermanfaat untuk anda semua. Terutama sekali bagi anda para pelajar maupun yang masih pemula dalam belajar Bahasa Jawa. Jika anda menyukai tulisan ini anda bisa juga membagikannya melalui media sosial yang ada di bawah postingan.

Maturnuwun :)

Komentar

Artikel Lainnya

Contoh Kalimat Aksara Jawa dan Artinya (Bag.1)

Contoh Teks Deskripsi Bahasa Jawa Tentang Candi Borobudur

Sandhangan Panyigeg Wanda dalam Tulisan Aksara Jawa