Karangan Narasi Dalam Bahasa Jawa Beserta Contoh dan Terjemahannya

Karangan narasi merupakan sebuah karangan yang bertujuan untuk menceritakan pengalaman hidup seseorang. Maka supaya dapat menggambarkan kenyataan hidup, cerita narasi biasanya menerangkan tempat, waktu, suasana, tingkah laku, urutan kejadian dan sebagainya. Bahasa Jawa juga mengenal adanya karangan narasi yang biasanya untuk menceritakan suatu kejadian misalnya asal-usul nama suatu tempat atau kota.
Karangan Narasi Dalam Bahasa Jawa Beserta Contoh dan Terjemahannya

Dalam menulis sebuah karangan kita perlu mengikuti beberapa tahapan yang tidak boleh diacak urutannya. Jadi harus berurutan.
  1. Menentukan dan memilih tema (underan)
  2. Menentukan tujuan (ancas)
  3. Menentukan jenis karangan
  4. Mengumpulkan bahan (bakalan)
  5. Membuat kerangka karangan (rengrengan)
  6. Mengembangkan kerangka menjadi satu karangan
  7. Mengedit karangan sampai dirasakan sempurna
Dari urut-urutan tahapan di atas, anda mengetahui bahwa langkah pertama saat mengarang adalah memilih tema, bukan judul (sesirah). Mengapa? Tema itulah yang akan diuraikan menjadi sebuah karangan utuh. Tanpa tema, maka anda tidak bisa menguraikan apapun bukan?

Tujuan berfungsi untuk menentukan jenis karangan yang akan dibuat. Jika sudah menetapkan maka karangan sudah mulai bisa ditulis. Tapi, banyak orang yang bingung karena belum mempunyai bahan-bahan yang digunakan untuk menulis. Bagi para pemula yang baru mulai menulis, sebaiknya mengumpulkan bahan-bahan terlebih dahulu sebelum menulis karangan yang utuh. Setelah itu anda perlu membuat bagan atau kerangka supaya dapat mengembangkan tema menjadi sebuah karangan. Kemudian kerangka karangan diuraikan secara rinci menjadi karangan yang sebenarnya.

Jika anda merasa karangan yang anda tulis belum sempurna maka sebaiknya diperbaiki dulu. Kalau ada tulisan yang salah, salah dalam pemilihan kata, atau ada kalimat yang kurang jelas maksudnya lebih baik diedit kembali. Tulisan sudah sempurna, sekarang anda tinggal melengkapinya dengan judul yang sesuai dan menarik.

Bentuk-bentuk karangan narasi

Karangan narasi dapat berupa fiksi dan non fiksi. Sedangkan menurut isinya, karangan narasi terbentuk dari tiga bagian yaitu pembuka, isi karangan dan penutup. Sementara itu menurut bentuknya, dalam karangan narasi ada lima tingkatan yaitu pengenalan, pendakian, puncak/klimaks, penurunan/peleraian dan penyelesaian.

Contoh karangan narasi Bahasa Jawa

Tidak lengkap rasanya jika Jawalogger tidak menyertakan contoh karangan narasi menggunakan Bahasa Jawa. Pada tulisan ini membagikan tulisan dari majalah berbahasa Jawa, Panyebar Semangat No.43/1990 kaca / halaman 10 berjudul Kutha Kendhal (Kota Kendal). Cerita narasi ini berisi tentang asal usul Kota Kendal secara singkat.

Kutha Kendhal

Jeneng Kendhal iku ujare para pinisepuh asale saka arane tetuwuhan aran wit Kendhal sing basa Latine disebut Cordia Myza. Wit kenndhal kasebut sakawit ditemokake dening Pangeran Benawa kang isih turunan Sultan Pajang sing wektu iku kapinujon isih ngayam alas jalaran ana dredah. Kutha Kendhal wektu semana isih awujud alas gung liwang-liwung.

Sawijining dina Pangeran Benawa ngutus andhahane kang aran Baureksa kanggo bebadra ing alas kendhal. Suprihe alas mau bisoa dadi papan padhukuhan kang reja lan ing tembe dipurih dadiya sawijining kutha sing gedhe. Prenahe alas kendhal kuwi dununge ana sisih kulone kutha Semarang saiki, utawa sisih wetane kutha Batang. Mangkono mau satleraman sejarahe kutha Kendhal sing katulis ana risalah Humas Pemda Kabupaten Kendhal.

Hari Jadi kutha Kendhal dening asil Seminar 1989 wis ditetepake tiba ing tanggal 26 Agustus 1628 kapungkur. dadi, engga saiki kabupaten kasebut wis umur 362 taun.

Geografi (papan palemahan)-ne pancen mujudake dhaerah sing potensial. Sebab, umume subur lan cocog banget ditanduri cengkeh, tebu, palawija, lan mbako sing saiki isih dadi primadhonane para kadang tani.

Panyebar Semangat, No.43/1990, kaca 10

Terjemahan ke Bahasa Indonesia

Kota Kendal

Nama "Kendal" seperti kata para tetua berasal dari tumbuhan bernama pohon Kendal yang bahasa Latinnya Cordia myza. Pohon Kendal tersebut mula-mula ditemukan oleh Pangeran Benowo yang masih keturunan Sultan Pajang yang ketika itu kebetulaan masih berkelana menyamar karena ada konflik. Kota Kendal pada waktu itu masih berwujud hutan belantara.

Pada suatu hari Pangeran Benowo mengutus bawahannya yang bernama Baurekso untuk membabat hutan di hutan Kendal. Tujuannya agar hutan tadi bisa menjadi tempat tinggal yang tenteram dan makmur dan kemudian diharapkan menjadi kota yang besar. Tepatnya, hutan Kendal berada di sebelah barat Kota Semarang sekarang atau sebelah timur Kota Batang. Itulah sekilas sejarah Kota Kendal yang tertulis pada risalah di Humas Pemda Kabupaten Kendal.

Hari jadi Kota Kendal oleh hasil Seminar 1989 sudah ditetapkan jatuh pada tanggal 26 Agustus 1628 silam. Jadi, sampai sekarang kabupaten tersebut sudah berusia 362 tahun.

Letak geografinya memang merupakan daerah yang potensial. Sebab, pada umumnya subur dan sangat cocok ditanami cengkih, tebu, padi, palawija dan tembakau yang sekarang masih menjadi primadonanya para petani.

Itulah penjelasan mengenai karangan narasi terutama dalam Bahasa Jawa. Jawalogger juga sudah mencantumkan contoh karangan narasi berbahasa Jawa lengkap dengan terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia. Semoga tulisan ini bisa menjadi manfaat bagi anda.

Maturnuwun :)

Komentar

Artikel Lainnya

Contoh Kalimat Aksara Jawa dan Artinya (Bag.1)

Contoh Teks Deskripsi Bahasa Jawa Tentang Candi Borobudur

Sandhangan Panyigeg Wanda dalam Tulisan Aksara Jawa