Awas!!! Ini Bahaya Jika Menggunakan Minyak Jelantah

Kita, orang Indonesia rata-rata suka makan gorengan, betul? Hampir di setiap pinggir jalan ada saja pedagang yang menjual aneka gorengan. Begitu pula ketika di rumah, kita juga sering menggoreng tempe, tahu ataupun makanan lainnya. Tapi, jika sampeyan ingin menggunakan minyak goreng lebih dari sekali alias berkali-kali maka mulai sekarang sampeyan harus menghindarinya. Mengapa?

bahaya menggunakan minyak jelantah

Kandungan zat lemak jenuh yang banyak pada minyak goreng dapat memicu timbulnya masalah kesehatan seperti kolesterol. Untuk menghindarinya, jika anda suka makan gorengan, sebaiknya menggunakan minyak goreng sekali saja.

Menurut penelitian, minyak goreng mengandung radikal bebas yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit jika ia menempel pada sel sehat. Sifat karsinogenik minyak goreng juga bisa menyebabkan penyakit kanker. Penggunaan minyak goreng terlalu sering bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Jika dibiarkan dalam waktu lama, maka tumpukan kolesterol jahat akan membuat arteri tersumbat.

Masih menurut para peneliti, penggunaan minyak jelantah yang terlalu sering dapat menjadi pemicu penyakit berbahaya seperti stroke, alzhaimer, penyakit hati, parkinson dan lain-lain. Seperti yang lumrah diketahui penyakit-penyakit tersebut bukan hanya sangat berbahaya tapi juga dapat menganggu kualitas hidup para penderitanya.

Berapa kali minyak goreng boleh dipakai?

Tidak ada jumlah pasti tentang berapa kali minyak goreng boleh digunakan. Itu semua tergantung pada cara dan proses masaknya baik itu dengan suhu pemanasan tinggi maupun rendah.

Namun, jika ingin menggunakan minyak bekas atau jelantah sebaiknya perhatikan beberapa hal sebagai berikut :
  • Dinginkan sisa minyak bekas menggoreng lalu masukkan ke dalam wadah yang kedap udara dengan saringan. Cara ini dapat membantu menghilangkan partikel-partikel yang bisa merusak kadar minyak lebih cepat.
  • Periksa warna dan ketebalan minyak goreng. Apakah sudah berwarna gelap dan lebih lengket? Jika iya, maka sebaiknya harus menggoreng dengan minyak goreng yang baru.
  • Jauhi penggunaan suhu tinggi saat menggoreng. Saat menggoreng dengan suhu tinggi, titik asap minyak goreng bisa menjadi zat karsinogenik. Jadi, sebaiknya gunakan suhu api rendah ketika menggoreng agar kualitas minyak tetap bagus.
  • Ada berbagai macam minyak sehat yang bisa anda coba untuk menggoreng makanan seperti minyak bunga matahari, kedelai, zaitun, kacang tanah, wijen, mustard dan minyak canola. Minyak-minyak tersebut tidak menghasilkan titik-titik asap tinggi sehingga masih sehat untuk menggoreng.
Meskipun penggunaan minyak jelantah masih boleh dengan beberapa hal yang harus diperhatikan, tapi sangat disarankan untuk menggunakan minyak goreng baru setiap kali menggoreng makanan. Ini demi kesehatan anda dan sebagai usaha untuk mencegah berbagai dampak negatif minyak jelantah bagi kesehatan tubuh.

(dari berbagai sumber)

Komentar

Artikel Lainnya

Contoh Kalimat Aksara Jawa dan Artinya (Bag.1)

Contoh Teks Deskripsi Bahasa Jawa Tentang Candi Borobudur

Sandhangan Panyigeg Wanda dalam Tulisan Aksara Jawa