Langsung ke konten utama

Latihan Menulis Aksara Jawa (Bag.3) - Menggunakan Sandhangan Panyigeg Wanda

Sugeng rawuh para sedulur,

Pada latihan menulis aksara Jawa bagian kedua bulan kemarin, Jawalogger sudah membagikan sandhangan swara yaitu harakat yang dipakai dalam penulisan aksara Jawa untuk bunyi vokal. Jika Anda belum membacanya, silakan kunjungi saja di sini.

Selanjutnya, saya akan memberikan contoh-contoh penggunaan sandhangan panyigeg wanda yang terdiri dari tiga macam. Sandhangan panyigeg wanda ini hanya untuk kata-kata yang suku katanya berakhiran -r, -h, dan -ng.

Langsung mulai saja ya.

O ya...jangan lupa siapkan alat tulis beserta buku atau kertas untuk praktik.

1. Bayar murah

Pada frasa "Bayar Murah", kata "bayar" terdiri dari aksara "Ba" dan "Ya" yang ditambah dengan sandhangan layar di atas aksara "Ya".

Sedangkan "Murah" terdiri dari aksara "Ma" yang diberi sandhangan suku dan aksara "Ra" yang ditambah sandhangan wignyan.

2. Kurang akeh

Kata "Kurang" terdiri dari aksara "Ka" menggunakan sandhangan suku dan "Ra" ditambah sandhangan cecak.

Sedangkan kata "Akeh" terdiri dari aksara "Ha" dan aksara "Ka" yang menggunakan sandhangan taling dan wignyan.

3. Menyang pasar

Kata "Menyang" terdiri dari aksara "Ma" yang menggunakan sandhangan pepet dan aksara "Nya" dengan sandhangan cecak.

Kata "Pasar" terdiri dari aksara "Pa" dan aksara "Sa" dengan sandhangan layar.

Sekarang, Anda sudah bisa menulis aksara Jawa menggunakan sandhangan swara dan panyigeg wanda. Pada postingan selanjutnya, saya akan membahas tentang sandhangan wyanjana.

Semoga bermanfaat :)

Matur nuwun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Kalimat Aksara Jawa dan Artinya (Bag.1)

Pada postingan kali ini, saya ingin memberikan contoh kalimat aksara Jawa lengkap dengan artinya. Mungkin bagi Anda yang sudah pandai boleh untuk mengoreksi kesalahan dalam penulisannya. Maklum saya juga harus belajar dari nol lagi.
Semoga benar :)
Berikut ini adalah contoh sebuah kalimat beserta terjemahannya ke dalam Bahasa Indonesia.
Sawise ngeterake dagangan, Jåkå bali menyang ngomah kanggo siyap-siyap mangkat sekolah.(Sesudah mengantarkan dagangan, Joko pulang ke rumah untuk bersiap-siap berangkat sekolah).
Dan di bawah ini tulisan menggunakan aksara Jawa-nya :
Catatan--->Contoh kalimat di atas saya ambil dari Cerkak/Cerita Cekak (Cerita Pendek) di kolom Jagad Jawa Solopos.
Semoga bermanfaat.
Matur nuwun :).

Hari Ayah Indonesia

Baru saja online, mau cari informasi di Google kok ada gambar dua pasang sepatu di halaman pencarian. Sepasang sepatu pantofel berwarna cokelat dan sepasang lagi sepatu anak-anak berwarna merah. 
Penasaran, saya klik saja gambar tersebut. Ternyata, hari ini Hari Ayah Indonesia. Kok baru tahu ya...Selama ini saya hanya mengetahui Hari Ibu setiap tanggal 22 Desember.
Dari informasi yang saya dapatkan dari Wikipedia, Hari Ayah Nasional merupakan hari untuk menghormati para ayah di seluruh Indonesia. Tepatnya, 12 November 2006, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendeklarasikan Hari Ayah di Kota Solo.
Namun, di Indonesia peringatan tersebut masih terbilang baru. Sementara, di dunia internasional, Hari Ayah diperingati oleh lebih dari 75 negara pada setiap hari Minggu pekan ketiga bulan Juni. Dan sudah mulai dirayakan sejak awal abad 12 silam.
Mengingat jasa-jasa ayah, sebagai pemimpin rumah tangga, tulang punggung dan pelindung keluarga maka pantaslah jika kita merayakan Hari Ayah.
Selama…

Perbedaan Da dan Dha Pada Tulisan Jawa

Beda cara pengucapan, beda artinya. Ini juga berlaku pada tulisan Jawa. Salah satunya yaitu "Då" dengan "Dhå". Dua aksara ini serupa tapi tak sama..
Bagi orang non-Jawa, pengucapan huruf D sama semua (CMIIW). Tidak dibagi menjadi dua macam seperti itu. Inilah yang kadang membuat kita...orang Jawa sendiri, juga banyak melakukan kesalahan saat mengucapkan kata-kata Jawa yang ada "Då" dan "Dhå"-nya.
Penggunaan Bahasa Indonesia turut berpengaruh dalam terjadinya kesalahan tersebut. Kata yang seharusnya diucapkan seperti Da malah menjadi Dha.
Contoh :
Widodo =====> kata ini, dalam pengucapan Jawa seharusnya memakai "Då". Tapi, kenyataan dalam kehidupan sehari-hari kita orang Jawa kadang terbawa dalam pengucapan Bahasa Indonesia. Apalagi yang bukan orang Jawa (wajar lah ya hehehe).
Lalu apa perbedaan Då dengan Dhå?
Jawabannya, cara pengucapan.
Aksara "Då" biasa diucapkan secara tipis. Artinya, saat mengucapkan Då pastikan ujung li…