Peribahasa Jawa (Bag.1) : Adigang, Adigung, Adiguna

Sugêng rawuh para sêdulûr,

Piye kabare?

Mugi Gusti tansah paring kaslamêtan lan kasihatan marang Sampeyan kabeh.

Ini adalah seri pertama Peribahasa Jawa atau Paribasan.

Anda pastinya sudah sering mendengar paribasan "Adigang, Adigung, Adiguna" dan mungkin bertanya-tanya apa artinya. Mari kita bedah artinya bersama-sama.

peribahasa jawa adigang, adigung, adiguna dan artinya

Paribasan "Adigang, Adigung, Adiguna" dipakai untuk menggambarkan orang yang bersifat mengandalkan / menyombongkan kekuatan, kekuasaan dan kepandaiannya. Tiga sifat tersebut masing-masing dilambangkan dengan tiga jenis hewan yaitu :

- Kidang (Kijang) merupakan hewan yang mampu mengandalkan kelebihan dalam hal kekuatan tubuhnya untuk berlari dengan kencang, gesit serta lincah sehingga dipakai sebagai perumpamaan untuk orang yang senang mengandalkan kekuatannya (Adigang).

- Gajah merupakan hewan mamalia terbesar di daratan, tak tertandingi besar dan tinggi tubuhnya serta sulit untuk mengalahkannya. Inilah yang menjadikan gajah sebagai perumpamaan orang yang suka menyombongkan / meninggikan pangkat, derajat, keluhuran dan keturunannya (Adigung).

- Ula (Ular) sangat terkenal mampu menggigit dan mengeluarkan bisa yang membahayakan nan mematikan walaupun tubuhnya kelihatan tak berdaya atau lemah. Dengan kemampuannya tersebut ular dipakai sebagai perumpamaan orang yang suka menyombongkan kepandaian dan akalnya (Adiguna).

Ketiga sifat tersebut "Adigang, Adigung, Adiguna" merupakan satu kesatuan dalam sifat manusia. Jika dihilangkan salah satunya, maka ketiganya akan mati / sirna.

"Aja Adigang, Adigung, Adiguna" berarti jangan mengandalkan atau menyombongkan semua kelebihanmu sendiri. Ketika salah satu dari sifat di atas lepas dari manusia, maka ketiganya akan mati dan manusia tidak akan lagi dikuasai ketiga sifat tersebut.

Paribasan "Adigang, Adigung, Adiguna" dikenal melalui salah satu pada (bait) tembang Macapat Gambuh ciptaan Sunan Pakubuwana IV dalam Serat Wulangrèh.

GAMBUH
wonten pocapanipun,
adiguna adigang adigung,
pan adigang kidang adigung pan èsthi,
adiguna ula iku
telu pisan mati sampyuh.

Video Tembang Gambuh Wulangreh Pupuh 3 di bawah ini merupakan penjabaran / deskripsi dari Pupuh Gambuh di atas.


Semoga bermanfaat,

Maturnuwun :)

Bukan seorang ahli, apalagi sarjana Bahasa Jawa, Andi menuliskan segala pengetahuan mengenai bahasa ibunya yang pernah didapat melalui sekolah dulu dan buku-buku. Andi juga tidak jarang menulis tema lain seperti teknologi dan kesehatan. Kunjungi Jawalogger.com.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Silakan berkomentar dengan sopan. Setiap komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Jadi, bagi Anda yang memasukkan komentar, "tidak boleh" memasukkan link di dalam komentar.

Jika itu terjadi, maka saya tidak akan menyetujui komentar Anda.