Latihan Menulis Aksara Jawa (Bag.2) - Menggunakan Sandhangan Swara

Sugêng rawuh para sêdulûr,

Piye kabare?

Sebelumnya, saya sudah membagikan latihan menulis aksara Jawa namun pada bagian pertama kemarin tidak menggunakan sandhangan ataupun pasangan. Pada postingan kali ini, saya ingin membagikan contoh-contoh tulisan aksara Jawa dengan sandhangan swara (vokal).

Jawalogger sudah membahas tentang aksara sandhangan, jika belum pernah membacanya silakan Anda klik di sini. Kali ini Jawalogger akan memberikan 10 contoh kata-kata yang disertai dengan aksara Jawa yang bisa Anda tiru dan menulisnya di atas kertas.

1. Gulu dawa

2. Tuku roti

3. Gawe nesu

4. Aja gela

5. Ana coro

6. Pipi kiwa

7. Surani lara

8. Budi teka

9. Muda mudi

10. Edi peni
Itulah contoh-contoh kata yang ditulis dengan aksara Jawa menggunakan sandhangan swara yang bisa Anda coba. Pada postingan selanjutnya, Jawalogger akan membagikan tulisan aksara Jawa beserta sandhangan panyigeg.

Semoga bermanfaat :)

Latihan Menulis Aksara Jawa (Bag.1) - Penulisan Dasar Tanpa Sandhangan & Pasangan

Sugêng rawuh para sêdulûr,

Piye kabare?

Sudah seminggu lebih saya tidak update postingan di Jawalogger. Kali ini, saya akan membagikan contoh latihan menulis aksara Jawa. Di bagian pertama, saya hanya akan membagikan contoh kata-kata tanpa sandhangan maupun pasangan.

Tapi, terlebih dahulu Anda sebaiknya mengetahui nama-nama aksara Jawa sehingga nanti dapat merangkainya menjadi sebuah kata. Silakan lihat gambar di bawah ini.

contoh latihan menulis kata-kata aksara jawa

Oke, mari kita mulai saja...

Perhatian!
Berhubung saya berusaha menulis aksara Jawa latin yang baku maka untuk huruf vokal "a" dibaca "o" seperti pada kata "all" dan "ball".

Sekarang sudah paham ya?

Lanjutkan membaca....lima contoh penulisan kata dalam aksara Jawa berikut ini :

1. Jaka lara
Pada kata Jaka Lara, terdiri dari aksara "Ja", "Ka", "La" dan "Ra".

2. Jayabaya
Kata Jayabaya terdiri dari aksara "Ja", "Ya", "Ba" dan "Ya".

3. Rajakaya
Kata Rajakaya terdiri dari aksara "Ra", "Ja", "Ka" dan "Ya".

4. Kaya ngapa
Kata Kaya ngapa terdiri dari aksara "Ka", "Ya", "Nga" dan "Pa".

5. Basa Jawa
Kata Basa Jawa terdiri dari aksara "Ba", "Sa", "Ja" dan "Wa".

Pada postingan selanjutnya, saya akan membahas tentang menulis aksara Jawa menggunakan sandhangan. Jika Anda ingin terus berlatih menulis aksara Jawa maka silakan berlangganan dengan mengisi form yang ada di bagian samping blog ini.

Semoga bermanfaat :)

Peribahasa Jawa (Bag.1) : Adigang, Adigung, Adiguna

Sugêng rawuh para sêdulûr,

Piye kabare?

Mugi Gusti tansah paring kaslamêtan lan kasihatan marang Sampeyan kabeh.

Ini adalah seri pertama Peribahasa Jawa atau Paribasan.

Anda pastinya sudah sering mendengar paribasan "Adigang, Adigung, Adiguna" dan mungkin bertanya-tanya apa artinya. Mari kita bedah artinya bersama-sama.

peribahasa jawa adigang, adigung, adiguna dan artinya

Paribasan "Adigang, Adigung, Adiguna" dipakai untuk menggambarkan orang yang bersifat mengandalkan / menyombongkan kekuatan, kekuasaan dan kepandaiannya. Tiga sifat tersebut masing-masing dilambangkan dengan tiga jenis hewan yaitu :

- Kidang (Kijang) merupakan hewan yang mampu mengandalkan kelebihan dalam hal kekuatan tubuhnya untuk berlari dengan kencang, gesit serta lincah sehingga dipakai sebagai perumpamaan untuk orang yang senang mengandalkan kekuatannya (Adigang).

- Gajah merupakan hewan mamalia terbesar di daratan, tak tertandingi besar dan tinggi tubuhnya serta sulit untuk mengalahkannya. Inilah yang menjadikan gajah sebagai perumpamaan orang yang suka menyombongkan / meninggikan pangkat, derajat, keluhuran dan keturunannya (Adigung).

- Ula (Ular) sangat terkenal mampu menggigit dan mengeluarkan bisa yang membahayakan nan mematikan walaupun tubuhnya kelihatan tak berdaya atau lemah. Dengan kemampuannya tersebut ular dipakai sebagai perumpamaan orang yang suka menyombongkan kepandaian dan akalnya (Adiguna).

Ketiga sifat tersebut "Adigang, Adigung, Adiguna" merupakan satu kesatuan dalam sifat manusia. Jika dihilangkan salah satunya, maka ketiganya akan mati / sirna.

"Aja Adigang, Adigung, Adiguna" berarti jangan mengandalkan atau menyombongkan semua kelebihanmu sendiri. Ketika salah satu dari sifat di atas lepas dari manusia, maka ketiganya akan mati dan manusia tidak akan lagi dikuasai ketiga sifat tersebut.

Paribasan "Adigang, Adigung, Adiguna" dikenal melalui salah satu pada (bait) tembang Macapat Gambuh ciptaan Sunan Pakubuwana IV dalam Serat Wulangrèh.

GAMBUH
wonten pocapanipun,
adiguna adigang adigung,
pan adigang kidang adigung pan èsthi,
adiguna ula iku
telu pisan mati sampyuh.

Video Tembang Gambuh Wulangreh Pupuh 3 di bawah ini merupakan penjabaran / deskripsi dari Pupuh Gambuh di atas.


Semoga bermanfaat,

Maturnuwun :)

Contoh Paragraf Aksara Jawa dan Artinya (Bag.3)

Sugêng rawuh para sêdulûr,

Piye kabare?

Mugi Gusti tansah paring kêslamêtan lan kasihatan marang Sampeyan kabeh.

Pada postingan kali ini saya akan membagikan tulisan dua paragraf berbahasa dan beraksara Jawa. Seperti biasa, saya mengambil contoh paragrafnya dari rubrik Jagad Jawa Solopos yang kali ini berjudul "Aja Kuwatir Dadi Tuwa" (Jangan Khawatir Menjadi Tua).

Paragraf bahasa Jawa beserta terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia:

Urip bakal dadi tuwa kuwi minangka kodrat. Ora prelu kuwatir. Mula becike padha sukur yen mangsa tuwa tumeka, apa maneh yen sing kakung uga isih seger meger-meger lan tetep prakosa.
(Hidup akan menjadi tua itu sudah menjadi kodrat. Tidak perlu khawatir. Alangkah baiknya bersyukur jika masa tua tiba, apa lagi jika yang lelaki juga masih segar bugar dan tetap perkasa.)

Dene yen kulit saya kriput, kudune ora usah gawe gela utawa padha tumindhak sing ora nalar, kaya golek susuk utawa suntik silicon lan operasi plastik. Luwih becik nampa kahanan kanthi tentreming ati murih ora kelara-lara.
(Meskipun kulit semakin berkeriput, seharusnya tidak usah kecewa atau bertindak yang tidak masuk akal, seperti mencari "susuk" atau suntik silikon dan operasi plastik. Lebih baik menerima keadaan dengan hati yang tenteram agar tidak menderita.)

Tulisan dalam aksara Jawanya seperti di bawah ini :

Mungkin tulisan di atas kurang sempurna atau kurang tepat, Anda bisa membantu melalui kolom komentar.
Semoga bermanfaat,

Maturnuwun :)

Nama-Nama Buah Dalam Bahasa dan Aksara Jawa (Bag.2)

Sugêng rawuh para sêdulûr,

Piye kabare?

Mugi Gusti tansah paring kêslamêtan lan kasihatan marang Sampeyan kabeh.

Pada postingan kali ini, saya ingin melanjutkan seri nama-nama buah dalam bahasa Jawa beserta aksara Jawa nya. Pada bagian pertama saya sudah membagikan 8 macam buah yaitu :
Apêl          : Apel
Asêm        : Asam
Blimbing   : Belimbing
Blewah     : Blewah
Dêlima     : Delima
Jêrûk       : Jeruk
Pêlêm      : Mangga
Di bagian kedua, ada 10 nama buah yang masih saya buatkan juga dalam bentuk grafik.
INDONESIA
JAWA
Pisang
Gedhang
Pepaya
Kates
Anggur
Anggur
Rambutan
Rambutan
Durian
Duren
Duku
Duku
Duwet
Dhuwet
Kelengkeng
Kelengkeng
Kelapa
Krambil
Nanas
Nanas
Dan, di bawah ini merupakan tulisan dalam aksara Jawa (klik gambar untuk memperbesar)
nama-nama buah dalam aksara bahasa jawa

Jika ada cara penulisan yang kurang tepat, Anda dapat memberikan koreksi melalui kolom komentar :)

O ya, beda daerah walaupun sama-sama berbahasa Jawa tapi kadang ada sebutan buah yang berbeda. Bagaimana menyebut nama-nama buah di atas di daerah Anda?

Semoga bermanfaat,

Maturnuwun.

Nama-Nama Bagian Tubuh Manusia Dalam Bahasa Jawa

Sugêng rawuh para sêdulûr,

Piye kabare?

Mengenal nama-nama bagian-bagian tubuh manusia merupakan hal yang sangat penting dalam mempelajari suatu bahasa, termasuk bahasa Jawa. Di sini, saya hanya akan membagikan dalam bahasa Jawa Ngoko saja.


Berikut ini adalah daftar nama-nama bagian tubuh dalam bahasa Jawa :
INDONESIA
JAWA
INDONESIA
JAWA
Rambut
Rambût
Tangan
Tangan
Kepala
Sirah
Lengan
Lêngên
Dahi
Bathûk
Siku Tangan
Sikût
Telinga
Kuping
Jari
Driji
Alis Mata
Alis
Ibu Jari
Jêmpol
Mata
Mripat
Jari Telunjuk
Panudûh
Hidung
Irûng
Jari Tengah
Panunggûl
Pipi
Pipi
Jari Manis
Manis
Bibir
Lambe
Jari Kelingking
Jênthik
Gigi
Untu
Telapak tangan/kaki
Dlamakan
Kumis
Kumis
Punggung
Gêgêr
Jenggot
Jenggot
Pantat
Bokong
Dagu
Janggût
Kaki
Sikil
Leher
Gulu
Paha
Pupu
Bahu
Pundhak
Lutut
Dhêngkûl
Dada
Dhadha
Betis
Kempol
Perut
Wêtêng
Tumit kaki
Tungkak
Kuku
Kuku
PutingPênthil
Jika ada yang kurang dari daftar di atas dan ingin menambahkan, silakan Anda tambahkan melalui komentar.

Catatan :
Masing-masing daerah meskipun berbahasa Jawa, namun kadang memiliki istilah-istilah dan dialek-dialek yang berbeda satu sama lain. Jika Anda memiliki istilah lain dari yang sudah disebutkan di atas, silakan Anda share melalui komentar di bawah.

Semoga bermanfaat,

Maturnuwun :)

Contoh Paragraf Aksara Jawa dan Artinya (Bag.2)

Sugêng rawuh para sêdulûr,

Piye kabare?

Mugi Gusti tansah paring kêslamêtan lan kasihatan marang Sampeyan kabeh.

Di tahun yang baru ini, saya mengawali postingan dengan contoh paragraf aksara Jawa beserta artinya. Sebelumnya saya sudah membuatkan satu contoh, jika belum pernah membacanya silakan klik di sini.

Kali ini saya masih mengambil paragraf dari kolom Jagad Jawa Koran Solopos yang berjudul Sawah.

Paragraf bahasa Jawa :

"Beda karo kanca tani liyane, saiki Pak Wandi ora menyang sawah, sawahe wis dilempit. Ana rasa bingung dadi wong sugih anyaran, dhuwit dodolan sawah isih ana bank cacahe setengah milyar rupiyah."

Terjemahan bahasa Indonesianya kurang lebih :

"Berbeda dengan teman petani lainnya, sekarang Pak Wandi tidak pergi ke sawah, sawahnya sudah dijual. Ada perasaan bingung menjadi orang kaya baru, uang hasil jualan sawah masih di bank sebanyak setengah milyar rupiah."

Tulisan aksara Jawanya kurang lebih seperti ini (klik gambar untuk memperbesar gambar):

Jika ada yang kurang tepat dalam penulisan aksara Jawanya, Anda yang sudah mahir bisa membenarkannya melalui komentar.

Semoga bermanfaat,

Maturnuwun :)