Langsung ke konten utama

Aksara Murda Dalam Penulisan Bahasa Jawa

Sugêng rawuh para sêdulûr,

Piye kabare?

Pada postingan kali ini, Jawalogger melanjutkan bab penulisan aksara Jawa yaitu aksara Murda.

Aksara Murda merupakan aksara khusus untuk menulis nama orang penting (terkenal) dan tempat yang terkenal (besar).

Penulisanya bisa diletakkan di depan suatu kata dan juga dapat digunakan pada keseluruhan kata. Aksara murda tidak hanya digunakan untuk menuliskan huruf-huruf kapital (besar) Bahasa Jawa namun juga sejumlah bahasa daerah lainnya.

Sebelum abad 19, aksara Jawa sering dipakai dalam penulisan Bahasa Jawa. Akan tetapi, setelah itu pemerintah kolonial Belanda mulai memperkenalkan tulisan Jawa menggunakan huruf Latin sehingga penggunaan aksara Jawa termasuk aksara murda pun berkurang.

Ada tujuh aksara murda yang digunakan dalam penulisan huruf kapital Bahasa Jawa antara lain Na, Ka, Ta, Sa, Pa, Nya, Ga, Ba.

Untuk penulisan aksara Jawanya silakan lihat gambar di bawah ini.
aksara murda dalam penulisan bahasa jawa
Untuk aksara pasangan untuk masing-masing aksara murda yaitu :

Contoh penggunaan aksara murda dalam frase
1. Gusti Pangeran
2. Sinuhun Pakubuwana

*Cathetan:
Klik gambar untuk memperjelas tulisan.

Semoga bermanfaat,

Maturnuwun :)

Komentar

Pos populer dari blog ini

Contoh Kalimat Aksara Jawa dan Artinya (Bag.1)

Pada postingan kali ini, saya ingin memberikan contoh kalimat aksara Jawa lengkap dengan artinya. Mungkin bagi Anda yang sudah pandai boleh untuk mengoreksi kesalahan dalam penulisannya. Maklum saya juga harus belajar dari nol lagi.
Semoga benar :)
Berikut ini adalah contoh sebuah kalimat beserta terjemahannya ke dalam Bahasa Indonesia.
Sawise ngeterake dagangan, Jåkå bali menyang ngomah kanggo siyap-siyap mangkat sekolah.(Sesudah mengantarkan dagangan, Joko pulang ke rumah untuk bersiap-siap berangkat sekolah).
Dan di bawah ini tulisan menggunakan aksara Jawa-nya :
Catatan--->Contoh kalimat di atas saya ambil dari Cerkak/Cerita Cekak (Cerita Pendek) di kolom Jagad Jawa Solopos.
Semoga bermanfaat.
Matur nuwun :).

Hari Ayah Indonesia

Baru saja online, mau cari informasi di Google kok ada gambar dua pasang sepatu di halaman pencarian. Sepasang sepatu pantofel berwarna cokelat dan sepasang lagi sepatu anak-anak berwarna merah. 
Penasaran, saya klik saja gambar tersebut. Ternyata, hari ini Hari Ayah Indonesia. Kok baru tahu ya...Selama ini saya hanya mengetahui Hari Ibu setiap tanggal 22 Desember.
Dari informasi yang saya dapatkan dari Wikipedia, Hari Ayah Nasional merupakan hari untuk menghormati para ayah di seluruh Indonesia. Tepatnya, 12 November 2006, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendeklarasikan Hari Ayah di Kota Solo.
Namun, di Indonesia peringatan tersebut masih terbilang baru. Sementara, di dunia internasional, Hari Ayah diperingati oleh lebih dari 75 negara pada setiap hari Minggu pekan ketiga bulan Juni. Dan sudah mulai dirayakan sejak awal abad 12 silam.
Mengingat jasa-jasa ayah, sebagai pemimpin rumah tangga, tulang punggung dan pelindung keluarga maka pantaslah jika kita merayakan Hari Ayah.
Selama…

Perbedaan Da dan Dha Pada Tulisan Jawa

Beda cara pengucapan, beda artinya. Ini juga berlaku pada tulisan Jawa. Salah satunya yaitu "Då" dengan "Dhå". Dua aksara ini serupa tapi tak sama..
Bagi orang non-Jawa, pengucapan huruf D sama semua (CMIIW). Tidak dibagi menjadi dua macam seperti itu. Inilah yang kadang membuat kita...orang Jawa sendiri, juga banyak melakukan kesalahan saat mengucapkan kata-kata Jawa yang ada "Då" dan "Dhå"-nya.
Penggunaan Bahasa Indonesia turut berpengaruh dalam terjadinya kesalahan tersebut. Kata yang seharusnya diucapkan seperti Da malah menjadi Dha.
Contoh :
Widodo =====> kata ini, dalam pengucapan Jawa seharusnya memakai "Då". Tapi, kenyataan dalam kehidupan sehari-hari kita orang Jawa kadang terbawa dalam pengucapan Bahasa Indonesia. Apalagi yang bukan orang Jawa (wajar lah ya hehehe).
Lalu apa perbedaan Då dengan Dhå?
Jawabannya, cara pengucapan.
Aksara "Då" biasa diucapkan secara tipis. Artinya, saat mengucapkan Då pastikan ujung li…