Langsung ke konten utama

Sibuk Dengan Rutinitas Sehari-Hari, Jangan Lupa Cari Hiburan

Hari ini, saya lebih banyak menonton Youtube. Seperti biasa, setiap hari Senin, cuplikan pertandingan sepakbola liga Eropa jadi favorit. Terutama jika tim favorit AC Milan.

Tapi, saya merasa banyak membuang-buang waktu dengan kegiatan tersebut. Tadinya ingin menulis satu topik tertentu di blog ini. Semua hilang percuma hanya karena menikmati beberapa video.

Menyaksikan tayangan video di situs milik Google itu bisa sangat membuat kecanduan. Bayangkan saja, pada mulanya saya hanya ingin melihat Palermo vs AC Milan. 
nonton cuplikan sepakbola di youtube

Tangan saya dengan mudahnya menekan tombol klik dari satu video ke video lain. Tanpa terasa sudah satu jam berlalu.

Benar-benar boros waktu bukan?

Bahkan, saya menghabiskan waktu tiga jam di depan komputer hanya untuk menonton video. Gila...

Saya sendiri tidak habis pikir waktu itu, kok bisa ya?

Ada satu faktor utama yang bisa dijadikan alasan. Dan ini baru saya temukan.

Rutinitas sehari-hari yang membosankan.

Selama ini, saya melakukan kegiatan menulis di beberapa blog kecuali hari Minggu. Betapa membosankan kegiatan tersebut jika tanpa menyertainya dengan hiburan.

Puncaknya...Youtube jadi sasaran.

Bagi Anda yang jenuh dengan kegiatan sehari-hari, sebaiknya mulailah berpikir untuk mencari hiburan. Setidaknya sekali dalam seminggu.

Dengan hiburan, kita akan dapat melupakan sejenak pekerjaan dengan aneka permasalahannya.

Hiburan tidak melulu ke pantai, gunung atau ke tempat wisata lainnya. Tidak harus mahal juga. Tapi, kita juga dapat mencari hiburan dari bermain game, menonton film di bioskop, pergi makan-makan, atau menikmati Youtube hehehe.

Yang penting pikiran kita bisa kembali segar dalam menghadapi rutinitas harian lagi.

Semoga hari Anda menyenangkan :).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Kalimat Aksara Jawa dan Artinya (Bag.1)

Pada postingan kali ini, saya ingin memberikan contoh kalimat aksara Jawa lengkap dengan artinya. Mungkin bagi Anda yang sudah pandai boleh untuk mengoreksi kesalahan dalam penulisannya. Maklum saya juga harus belajar dari nol lagi.
Semoga benar :)
Berikut ini adalah contoh sebuah kalimat beserta terjemahannya ke dalam Bahasa Indonesia.
Sawise ngeterake dagangan, Jåkå bali menyang ngomah kanggo siyap-siyap mangkat sekolah.(Sesudah mengantarkan dagangan, Joko pulang ke rumah untuk bersiap-siap berangkat sekolah).
Dan di bawah ini tulisan menggunakan aksara Jawa-nya :
Catatan--->Contoh kalimat di atas saya ambil dari Cerkak/Cerita Cekak (Cerita Pendek) di kolom Jagad Jawa Solopos.
Semoga bermanfaat.
Matur nuwun :).

Hari Ayah Indonesia

Baru saja online, mau cari informasi di Google kok ada gambar dua pasang sepatu di halaman pencarian. Sepasang sepatu pantofel berwarna cokelat dan sepasang lagi sepatu anak-anak berwarna merah. 
Penasaran, saya klik saja gambar tersebut. Ternyata, hari ini Hari Ayah Indonesia. Kok baru tahu ya...Selama ini saya hanya mengetahui Hari Ibu setiap tanggal 22 Desember.
Dari informasi yang saya dapatkan dari Wikipedia, Hari Ayah Nasional merupakan hari untuk menghormati para ayah di seluruh Indonesia. Tepatnya, 12 November 2006, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendeklarasikan Hari Ayah di Kota Solo.
Namun, di Indonesia peringatan tersebut masih terbilang baru. Sementara, di dunia internasional, Hari Ayah diperingati oleh lebih dari 75 negara pada setiap hari Minggu pekan ketiga bulan Juni. Dan sudah mulai dirayakan sejak awal abad 12 silam.
Mengingat jasa-jasa ayah, sebagai pemimpin rumah tangga, tulang punggung dan pelindung keluarga maka pantaslah jika kita merayakan Hari Ayah.
Selama…

Perbedaan Da dan Dha Pada Tulisan Jawa

Beda cara pengucapan, beda artinya. Ini juga berlaku pada tulisan Jawa. Salah satunya yaitu "Då" dengan "Dhå". Dua aksara ini serupa tapi tak sama..
Bagi orang non-Jawa, pengucapan huruf D sama semua (CMIIW). Tidak dibagi menjadi dua macam seperti itu. Inilah yang kadang membuat kita...orang Jawa sendiri, juga banyak melakukan kesalahan saat mengucapkan kata-kata Jawa yang ada "Då" dan "Dhå"-nya.
Penggunaan Bahasa Indonesia turut berpengaruh dalam terjadinya kesalahan tersebut. Kata yang seharusnya diucapkan seperti Da malah menjadi Dha.
Contoh :
Widodo =====> kata ini, dalam pengucapan Jawa seharusnya memakai "Då". Tapi, kenyataan dalam kehidupan sehari-hari kita orang Jawa kadang terbawa dalam pengucapan Bahasa Indonesia. Apalagi yang bukan orang Jawa (wajar lah ya hehehe).
Lalu apa perbedaan Då dengan Dhå?
Jawabannya, cara pengucapan.
Aksara "Då" biasa diucapkan secara tipis. Artinya, saat mengucapkan Då pastikan ujung li…