Langsung ke konten utama

Macam-Macam Aksara Pasangan Dalam Penulisan Jawa (3)

Sugêng rawuh para sêdulûr,

Piye kabare?

Ini masih lanjutan dari seri aksara pasangan dalam penulisan Jawa. Sebelumnya, Jawalogger sudah membagikan aksara pasangan wutuh dan tugelan.

Sekarang, Anda akan segera mengetahui tentang aksara-aksara pasangan yang memiliki bentuk sendiri. Ada sepuluh macam aksara ada di dalamnya.

1. Aksara pasangan Dha. Contoh : tindak dhatêng pasar (pergi ke pasar)
aksara pasangan dha dalam penulisan jawa
2. Aksara pasangan Ba. Contoh : tumbas bakwan (beli bakwan)
aksara pasangan ba dalam penulisan jawa
3. Aksara pasangan Tha. Contoh : wis thukûl (sudah tumbuh)
aksara pasangan tha dalam penulisan jawa
4. Aksara pasangan Wa. Contoh : kêmis wage (kamis wage)
aksara pasangan wa dalam penulisan jawa
5. Aksara pasangan Na. Contoh : wis niyat (sudah niat)
aksara pasangan na dalam penulisan jawa
6. Aksara pasangan Nya. Contoh : wis nyoba (sudah mencoba)
aksara pasangan nya dalam penulisan jawa
7. Aksara pasangan Ca. Contoh : wis cukûp (sudah cukup)
aksara pasangan ca dalam penulisan jawa

8. Aksara pasangan Da. Contoh : kulôn dalan (barat jalan)
aksara pasangan da dalam penulisan jawa
9. Aksara pasangan Ja. Contoh : tumbas jamu (beli jamu)
aksara pasangan ja dalam penulisan jawa
10. Aksara pasangan Ma. Contoh : wis mandhêg (sudah berhenti)
aksara pasangan ma dalam penulisan jawa

*Cathetan:
Ada kesalahan dalam penulisan "Tumbas Bakwan" di mana setelah aksara "Ba" pada Bakwan seharusnya diikuti aksara pasangan "Wa".

Anda sudah mengetahui semua bentuk-bentuk aksara pasangan dalam penulisan Jawa.

Bagaimana, menarik bukan? :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Kalimat Aksara Jawa dan Artinya (Bag.1)

Pada postingan kali ini, saya ingin memberikan contoh kalimat aksara Jawa lengkap dengan artinya. Mungkin bagi Anda yang sudah pandai boleh untuk mengoreksi kesalahan dalam penulisannya. Maklum saya juga harus belajar dari nol lagi.
Semoga benar :)
Berikut ini adalah contoh sebuah kalimat beserta terjemahannya ke dalam Bahasa Indonesia.
Sawise ngeterake dagangan, Jåkå bali menyang ngomah kanggo siyap-siyap mangkat sekolah.(Sesudah mengantarkan dagangan, Joko pulang ke rumah untuk bersiap-siap berangkat sekolah).
Dan di bawah ini tulisan menggunakan aksara Jawa-nya :
Catatan--->Contoh kalimat di atas saya ambil dari Cerkak/Cerita Cekak (Cerita Pendek) di kolom Jagad Jawa Solopos.
Semoga bermanfaat.
Matur nuwun :).

Hari Ayah Indonesia

Baru saja online, mau cari informasi di Google kok ada gambar dua pasang sepatu di halaman pencarian. Sepasang sepatu pantofel berwarna cokelat dan sepasang lagi sepatu anak-anak berwarna merah. 
Penasaran, saya klik saja gambar tersebut. Ternyata, hari ini Hari Ayah Indonesia. Kok baru tahu ya...Selama ini saya hanya mengetahui Hari Ibu setiap tanggal 22 Desember.
Dari informasi yang saya dapatkan dari Wikipedia, Hari Ayah Nasional merupakan hari untuk menghormati para ayah di seluruh Indonesia. Tepatnya, 12 November 2006, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendeklarasikan Hari Ayah di Kota Solo.
Namun, di Indonesia peringatan tersebut masih terbilang baru. Sementara, di dunia internasional, Hari Ayah diperingati oleh lebih dari 75 negara pada setiap hari Minggu pekan ketiga bulan Juni. Dan sudah mulai dirayakan sejak awal abad 12 silam.
Mengingat jasa-jasa ayah, sebagai pemimpin rumah tangga, tulang punggung dan pelindung keluarga maka pantaslah jika kita merayakan Hari Ayah.
Selama…

Perbedaan Da dan Dha Pada Tulisan Jawa

Beda cara pengucapan, beda artinya. Ini juga berlaku pada tulisan Jawa. Salah satunya yaitu "Då" dengan "Dhå". Dua aksara ini serupa tapi tak sama..
Bagi orang non-Jawa, pengucapan huruf D sama semua (CMIIW). Tidak dibagi menjadi dua macam seperti itu. Inilah yang kadang membuat kita...orang Jawa sendiri, juga banyak melakukan kesalahan saat mengucapkan kata-kata Jawa yang ada "Då" dan "Dhå"-nya.
Penggunaan Bahasa Indonesia turut berpengaruh dalam terjadinya kesalahan tersebut. Kata yang seharusnya diucapkan seperti Da malah menjadi Dha.
Contoh :
Widodo =====> kata ini, dalam pengucapan Jawa seharusnya memakai "Då". Tapi, kenyataan dalam kehidupan sehari-hari kita orang Jawa kadang terbawa dalam pengucapan Bahasa Indonesia. Apalagi yang bukan orang Jawa (wajar lah ya hehehe).
Lalu apa perbedaan Då dengan Dhå?
Jawabannya, cara pengucapan.
Aksara "Då" biasa diucapkan secara tipis. Artinya, saat mengucapkan Då pastikan ujung li…